Ken Waras: psychology
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label psychology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psychology. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2025

8 Kebiasaan Orang Yang Bertahan Kuat Secara Mental Hingga Umur 70 Tahun Berdasarkan Perspektif Psikologi, Apa Saja?

8 Kebiasaan Orang Yang Bertahan Kuat Secara Mental Hingga Umur 70 Tahun Berdasarkan Perspektif Psikologi, Apa Saja?

Info Seputar AI - Ketangguhan batin tidak hanya ditentukan oleh nasib atau faktor keturunan saja.

Hal tersebut merupakan akibat dari kebiasaan yang telah terbentuk dan dirawat sepanjang tahun—serta banyak di antaranya berlangsung pada waktu malam hari.

Berdasarkan ilmu psikologi, individu yang menjaga kesehatan mereka secara emosional, mental, serta spiritual sampai umur 70 tahun ke atas biasanya mempunyai ritual malam hari yang sederhana tapi amat bermanfaat.

Berdasarkan laporan dari Geediting pada hari Jumat (11/4), ada delapan kebiasaan malam yang sering diamati pada orang-orang yang memiliki ketahanan mental kuat saat memasuki usia lanjut sebagai berikut:

1. Mereka Mengembangkan Kesyukuran Sebelum Beristirahat

Sebaliknya dari mengkhawatirkan kesedihan atau penyesalan, individu dengan kesiapan mental lebih condong untuk menyelesaikan hari mereka dengan perasaan bersyukur.

Berdasarkan penelitian di Journal of Positive Psychology, melaksanakan rasa syukur dengan rutin bisa memperbaiki kesejahteraan mental serta mutu istirahat Anda.

Mereka mungkin tak membuat catatan harian yang panjang, tetapi mereka akan berpikir sebentar dan menyimpan ingatan tentang tiga kejadian positif yang dialami pada hari tersebut.

Mengapa ini penting:

Rasa syukur mengendapkan jiwa, meredakan kecemasan, serta mendukung istirahat yang pulih—unsur penting bagi kesejahteraan psikis secara berkelanjutan.

2. Mereka Mengampuni Dirinya Sendiri dan Orang Lain

Mendekati waktu istirahat, mereka tak memboyong amarah ataupun rasa menyesal ke dalam alam mimpinya.

Seseorang yang memiliki kekuatan mental besar mengerti bahwa memelihara perasaaan benci atau penyesalan hanya akan merugikan dirinya sendiri.

Mereka mengambil pelajaran untuk melepaskan diri dan berdamai dengan segala sesuatu, bukan untuk kebaikan orang lain, melainkan demi kedamaian jiwa mereka sendiri.

Menurut psikologi:

Memberikan pengampunan terhubung dengan penurunan tanda-tanda depresi, kekhawatiran, serta meningkatnya kesejahteraan hidup secara umum.

3. Mereka Tak Biarkan Media Sosial Kelola Malam Hari mereka

Orang yang bertahan hingga berusia lanjut mengerti bahwa waktu malam adalah momen kudus—tidak seharusnya digunakan untuk menonton drama online ataupun membandingkan diri di media sosial.

Mereka sungguh pilih-pilih tentang makanan atau minuman yang dikonsumsi menjelang waktu tidur.

Mereka cenderung lebih suka membaca buku, menikmati musik yang lembut, atau hanya duduk dengan tenang dibandingkan scrolling di media sosial tanpa tujuan.

Dampaknya secara psikologis:

Menjauhi gangguan elektronik sebelum beranjak tidur dapat memperkecil stimulasi berlebih pada otak serta mendorong pikiran agar menjadi lebih tenang.

4. Mereka Dengan Santai Merencanakan Prioritasuntuk Besok

Sebaliknya dari menghadapi beban kerja esok hari, mereka menata urutan kepentingan secara damai.

Bisa jadi cukup dengan menyusun catatan pendek atau merenungkan hal-hal utama tersebut.

Ini lebih dari sekadar produktivitas; ini tentang menghasilkan perasaan kontrol diri dan kedamaian mental.

Menurut psikologi kognitif:

Proses pikiran ini memungkinkan otak untuk menutup 'lingkaran tak berkesudahan' dan menghindari kelebihan pemikiran pada malam hari.

5. Mereka Memelihara Jadwal Tidur yang Stabil

Daya tahan mental erat hubungannya dengan kualitas tidur.

Mereka tidak begadang hanya untuk hal-hal yang sia-sia.

Mereka memahami kapan perlu berhenti dan berkata "sudah cukup untuk hari ini".

Dengan menetapkan waktu tidur dan bangun yang teratur, mereka merawat pola siklus harian tubuh, hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada mood, kemampuan berkonsentrasi, serta ketahanan emosi mereka.

Menurut penelitian:

Tidur yang memadai berhubungan erat dengan peningkatan kemampuan kognitif serta kontrol emosional.

6. Mereka Mengasah Otak Melalui Pemikiran Diri yang Sederhana

Bukan semua individu melaksanakan meditasi formal, akan tetapi mereka yang memiliki ketahanan mental biasanya menjalankan introspeksi sederhana tiap hari.

Mereka menanyakan kepada dirinya masing-masing: Pelajaran apa yang aku dapatkan hari ini?

Apakah ada hal lain yang dapat saya lakukan besok untuk memperbaiki situasi ini?

Langkah ini mengembangkan pemahaman diri, refleksi internal, serta perkembangan kognitif yang terus menerus.

Dalam psikologi:

Merefleksikan diri dapat menambah kejernihan berpikir serta mengurangi rasa sesal yang mungkin memberatkan pikiran.

7. Mereka Tidak Ragu dengan Kesendirian dan Ketenangan

Pada saat tua, banyak individu mengalami perasaan kesepian.

Namun, orang-orang dengan kekuatan mental menganggap kesendirian di tengah malam sebagai peluang untuk menyegarkan diri.

Mereka tak mengandalkan kedatangan oranglain untuk merasa utuh.

Tidak berbicara bagi mereka bukan merupakan ancaman, tetapi justru kesempatan untuk menyatu dengan diri sendiri.

Mengapa ini penting:

Berdasarkan konsep kekuatan psikologi, merasa nyaman saat sendirian merupakan tanda dari tingkat kemajuan emosi dan stabilitas mental.

8. Mereka Meditasi Tentang Arti Kehidupan, Bukan Sekadar Tindakan

Mendekati waktu istirahat, individu yang memiliki kekuatan mental tak terkalahkan tidak sekadar mempertanyakan tindakan mereka sendiri, namun juga alasan di balik setiap tindakan tersebut.

Mereka mengejar arti dari setiap momen harian, tidak peduli betapa kecilnya itu. Hal ini membantu mereka menjaga perasaan terarah dan memiliki tujuan hidup yang solid meskipun sudah menua.

Dalam logoterapi Viktor Frankl:

Mengungkapkan arti merupakan dasar dari kekuatan mental, khususnya saat berurusan dengan hambatan dalam hidup.

Penutup

Orang-orang yang bertahan dengan pikiran kuat sampai umur 70 tahun atau lebih tinggi tidak berarti bahwa mereka menjalani hidup tanpa tantangan; justru mereka adalah orang-orang yang sengaja memilih pendekatan sehat untuk mengakhiri hari-hari mereka.

Tugas rutin mereka setiap malam bukan hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga dasar yang mendukung kedamaian mental, ketegaran emosi, serta keluasan batin.

Apabila Anda mau kuat saat menua nanti, mulai lah dari malam ini.

Tidak perlu perubahan drastis.

Hanya dengan satu langkah sederhana seperti merenungi sesuatu, mengucapkan syukur, atau bahkan menonaktifkan layar sedikit lebih cepat bisa menjadi fondasi untuk menciptakan kesehatan mental yang lebih baik di kemudian hari.

Perilaku Seemingly Biasa Ini Bisa Jadi Indikasi Anda Sedang Merasa Cemas

Perilaku Seemingly Biasa Ini Bisa Jadi Indikasi Anda Sedang Merasa Cemas

Info Seputar AI -Mungkin Anda telah terbiasa untuk berpikir berlebihan atau mengalami kesulitan tidur, tetapi apakah Anda menyadari bahwa kebiasaan tersebut dapat menjadi indikasi dari ketakutan yang lebih mendalam? Menurut Rush University Medical Center, masalah cemas tidak hanya melibatkan keresahan singkat, namun juga bisa timbul dalam wujud tingkah laku harian yang kerap kali diremehkan. Inilah beberapa petunjuk yang harus Anda pertimbangkan dengan seksama.

  1. Berfikiran Terlalu Banyak.alias Overthinking, Sampai Untuk Hal-hal Kecil

Pernah mengalami pikiran yang tak hentihentinya berputar, termasuk saat larut malam? Seseorang yang memiliki gangguan kecemasan umum seringkali membayangkan berbagai kemungkinan buruk hanya karena sebuah permasalahan kecil. Kecemasan tersebut bisa tampak dalam bentuk pertanyaan seperi “Bagaimana jika hal ini terjadi?” atau “Apakah akan baik-baik saja jika saya tidak berhasil?” dan hal itu terus-menerus datang sehingga sangat susah untuk berdamai dengannya.

  1. Mengelak dari Lingkungan Sosial atau Kesan Ramai

Tidak perlu setiap orang menjadi seorang sosialis, tetapi jika Anda kerapkali merasakan ketegangan, khawatir akan dievaluasi secara negatif, atau lebih memilih untuk mengisolasi diri meskipun sebenarnya berkeinginan ikut serta dalam pergaulan sosial, ini mungkin merupakan indikator adanya cemas sosial. Ini bukan hanya masalah malu, melainkan suatu bentuk ketakutan persisten tentang persepsi orang lain terhadap Anda.

  1. Tidak Bisa Tidur Karena Pikiran Yang Terus Berkelut

Seseorang yang menderita cemas kerap kali menghadapi gangguan tidur atau sulit tidur. Walaupun fisik mereka merasakan letih, pikiran masih berkelana menilik peristiwa pada hari itu, menduga-duga persoalan esok hari, serta mencari jalan keluar untuk situasi-situasi yang bahkan belum pasti akan terwujud. Sehingga, kondisi istirahat menjadi tidak berkualitas dan membuat badan tampak lesu saat waktu siang tiba.

  1. Otot Merasa tegang atau kaku secara terus-menerus

Tidak disadari, Anda mungkin kerap mengepalkan rahang, mendesis gigi, atau merasakan ketegangan di area bahu bahkan tanpa membawa muatan berat? Ini semua merupakan tanda-tanda penumpukan tekanan dalam tubuh akibat stres jangka panjang, kondisi tersebut umumnya dialami oleh individu dengan cemas kronis.

  1. Gampang Terhina dan Peka terhadap Ulasankritikan

Bukan bermaksud menyebutnya sebagai orang yang manja, namun rasa cemas dapat membuat seseorang menjadi sangat peka terhadap penilaian dari pihak lain. Bahkan sedikit saja komentar tersebut bisa dirasakan seperti sebuah serangan langsung kepada mereka. Hal ini dikarenakan otak selalu dalam kondisi siaga serta waspada, hampir seperti setiap bentuk kritikan meskipun kecil juga dianggap sebagai suatu ancaman.

  1. Tidak Dapat Berkonsentrasi Karena Pikiran yang Terlalu Bertebaran

Anda duduk untuk bekerja atau belajar, namun dalam waktu kurang dari lima menit perhatian sudah terpecah? Hal ini bukan hanya karena ketidaksukaan. Ketika merasa cemas, otak mengalami kesulitan membedakan hal-hal yang harus didahulukan dalam pemikiran serta yang sebaiknya dilupakan. Sebagai akibatnya, konsentrasi pada pekerjaan saat itu menjadi hilang.

Apabila tindakan-tindakan tersebut mulai menganggu rutinitas sehari-hari, pekerjaan, maupun hubungan, serta berdampak pada pemakaian tenaga secara mental dan fisik yang ekstrem, mungkin sudah waktunya untuk berkonsultasi dengan ahli profesional. Gangguan kecemasan dapat diatasi melalui metode-metode seperti terapi perilaku kognitif, teknik-teknik rileksasi, dan dalam beberapa kasus dibutuhkannya pemberian obat-obatan oleh dokter spesialis jiwa. (*)

Rabu, 16 April 2025

Unpad: Tidak Ada Tes Kesehatan Mental bagi Peserta PPDS

Unpad: Tidak Ada Tes Kesehatan Mental bagi Peserta PPDS

Info Seputar AI , Jakarta - Wakil Rektornya Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Kegiatan Mahasiswa di Universitas Padjadjaran ( Unpad ), Zahrotur Rusyda Hinduan menyatakan bahwa kampusnya tidak menerapkan uji coba untuk hal tersebut. kesehatan jiwa secara rutin untuk siswa dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis ( PPDS ). Dia menyebut universitas tersebut hanya melaksanakan tes psikologi saja. Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) ketika merekrut calon mahasiswa baru.

Menurutnya sebagai lembaga pendidikan, Unpad hanya berfokus pada pemastian bahwa aspek kognitif dari para siswa sanggup mendukung proses belajar kuliah. Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan rutin terhadap kesejahteraan jiwa dan psikis ini sebatas tersedia bagi mahasiswa jenjang Sarjana saja. "Oleh karena itu kami mengharuskan mereka melengkapi pengisian tersebut." screening tools Untuk memahami situasi mental pada waktu itu. Sedangkan untuk program PPDS hanyalah rencana," katanya ketika berbicara. Tempo dengan menggunakan panggilan telepon pada hari Jumat, 11 April 2025.

Namun demikian, menurut Rusyda, pihak kampus sudah menyediakan nomor kontak untuk dihubungi. hotline Khusus bagi para dokter residen yang merasa kondisi psikis mereka terpengaruh. Ia menyebut bahwa mahasiswa kedokteran juga dapat melaporkan setiap hambatan yang dihadapi saat menjalani program residensi di rumah sakit. "Sekarang telah disediakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran fasilitas guna membantu orang lepaskan tekanannya. Layanan ini buka 24 jam," ujarnya.

Di masa mendatang, setelah insiden dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Priguna Anugerah Pratama, universitas berencana untuk mengadakan pemeriksaan psikiatrik secara berkala tiap enam bulan. "Kami akan terus melanjutkan upaya peningkatan ini," ungkapnya.

Sesuai temuan dari investigasi sebelumnya, polisi mengklaim bahwa Priguna Anugerah Pratama memiliki gangguan seksual. "Alasannya adalah karena dia punya jenis fantasi seksual abnormal. Ia merasa terpuaskan saat melihat korban dalam kondisi tak sadar dan tidak bisa berkutik," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Surawan via panggilan telepon pada hari Kamis, tanggal 10 April 2025.

Priguna yang sedang menjalani praktek di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, dituduh telah merampas kemanisan seorang anggota keluarga pasien pada tanggal 18 Maret lalu. Cara dia melakukannya adalah dengan mengklaim bahwa korban perlu mendonorkan darah demi operasi sang bapak. Kemudian, ia menyuntikan zat bius lewat jalur intravena setelah mencoba menusuki jarum ke tangan si korban lebih dari sepuluh kali. Ketika diserang, korban sudah tak sadar karena efek suntikan tersebut.

Nabiila Azzahra bersumbang dalam penyusunan artikel ini.

5 Kebiasaan Sederhana yang Akan Langsung Tingkatkan Kualitas Tidur dan Buat Mood Anda Lebih Baik, Simak Di Sini!

5 Kebiasaan Sederhana yang Akan Langsung Tingkatkan Kualitas Tidur dan Buat Mood Anda Lebih Baik, Simak Di Sini!

Info Seputar AI - Tidur dengan kualitas bagus akan memengaruhi mood, sebagaimana yang dirasakan saat kekurangan istirahat, maka kepala menjadi sakit dan sulit berkonsentrasi.

Menurut Fakultas Psikologi Universitas Medan Area pada hari Jumat (11/04), kurangnya kualitas tidur atau adanya masalah tidur bisa menimbulkan hambatan bagi otak dalam mengelola emosi, mendorong respons yang lebih besar terhadap tekanan, serta memperparah situasi kesehatan jiwa yang telah ada sebelumnya.

Oleh karena itu, masih ada beberapa aspek yang harus diperbaiki supaya kita dapat mencapai kualitas istirahat yang memadai serta menjaga mood tetap baik. Berdasarkan informasi dari situs Blog Herald pada hari Jumat (11/04), lima kebiasaan sederhana ini mampu mengubah segalanya dalam sekejap:

1. Tak memeriksa telepon genggam sebelum terlelap

Studi telah membuktikan bahwa sinar biru dari perangkat layar dapat mengganggu pelepasan melatonin, yaitu hormon yang memberitahu tubuh kalau sudah saatnya beristirahat.

Namun, tak cuma sinar biru saja yang bikin mata sulit tertidur, melainkan juga gulungan tanpa henti, email di tengah malam, dan lubang kelinci dari media sosial yang justru mengikat kita daripada memberi waktu istirahat.

Usahakan untuk melakukan kebiasaan sederhana dengan tidak menerima telpon selama 30 menit menjelang waktu tidur, serta alihkan aktifitas berselancar di media sosial Anda dengan membaca buku.

2. Menjadikan ruang tidur sebagai area bebas dari pekerjaan

"Saat kita memakai ranjang kita untuk kegiatan selain istirahat, misalnya bekerja, membaca, atau nonton TV, maka hal itu dapat membuat hubungan dengan kondisi sadar. Kita menginginkan ranjang hanya berarti waktu tidur, dan melakukan pekerjaan di atas ranjang bisa merusak koneksi tersebut," jelas terapis perawatan perilaku tidur Annie Miller.

Oleh karena itu, pisahkan ruang kamar tidur dari peralatan kerja seperti laptop atau benda-benda lain yang dapat mengganggu fokus Anda agar bisa tertidur dengan pulas dan nyaman.

3. Menentukan waktu tidur dan bangun yang sesuai

Badan kita bertumbuh seiring dengan kebiasaan. Ketika Anda istirahat dan bergeliat pada pukul yang sama tiap harinya termasuk sabtu dan minggu, ini akan menyetel pengatur tubuh Anda sehingga menjadi lebih sederhana untuk terlelap dan beranjak tidur secara otomatis.

Setelah Anda melakukannya, yakinlah bahwa Anda tidak akan merasakan lelah dan tenaga di dalam tubuh akan terisi penuh.

4. Merangkul rutinitas santai

Tidak terlalu berlebihan, yaitu hanya 10 sampai 15 menit melakukan aktivitas relaksasi sebelum tidur. Ada beberapa malam dia meluangkan waktu untuk meregangkan tubuh atau bernapas dalam-dalam. Sedangkan pada malam-malam lain, ia menghabiskan waktunya dengan menulis pemikirannya di buku harian guna membersihkan fikiran.

5. Mengganti kopi dengan minuman herba teh pada waktu senja

Kafein mempunyai durasi setengah hidup sekitar lima jam, sehingga meskipun Anda mengonsumsi kopi pada siang atau sore hari, sebagian dari zat tersebut tetap akan ada dalam tubuh hingga saat Anda hendak tidur.

Coba gantikan kopi dengan teh chamomile atau peppermint, maka tidurmu akan cepat membaik.

Setelah berpindah, yakinlah bahwa Anda tidak hanya dapat tidur lebih cepat, tetapi juga terbangun dengan tubuh yang refresh.

Selasa, 15 April 2025

Jika Anda Masih Bisa Lakukan 8 Hal Ini di Usia 60-an dan 70-an, Psikolog Sebut Anda Menua dengan Lebih Sukses

Jika Anda Masih Bisa Lakukan 8 Hal Ini di Usia 60-an dan 70-an, Psikolog Sebut Anda Menua dengan Lebih Sukses

Info Seputar AI - Proses penuaan umumnya dikaitkan dengan pengurangan tenaga, penurunan kebugaran jasmani, serta otak yang kurang sigap dari sebelumnya.

Akan tetapi, psikologi kontemporer membawa sudut pandang yang jauh lebih positif.

Becoming old doesn't mean you have to be inactive or pushed aside.

Sebenarnya, banyak individu malah menemukan edisi terbaik dari diri mereka sendiri ketika berusia 60-an hingga 70-an tahun.

Menurut laporan yang dilansir oleh Small Biz Technology pada hari Kamis (10/4), apabila Anda mampu melakoni delapan aktivitas tertentu saat mencapai usia tersebut, maka tidak hanya penampilan Anda yang terlihat matang dan elegan, tetapi juga kesuksesan Anda melebihi mayoritas orang lain.

Berdasarkan ilmu psikologi, aspek-aspek tersebut merupakan indikator dari mutu kehidupan, kesehatan jiwa, serta well-being emosi yang sangat baik.

1. Rasa Kepenatan Belum Hilang

Perasaan penasaran merupakan indikasi yang menunjukkan bahwa otak Anda masih terus berfungsi dengan baik dan sehat.

Orang yang beranjak tua dengan sukses masih memiliki rasa ingin tahu tentang kehidupan.

Mereka bisa menguasai kemampuan baru, membolak-balik halaman buku, menyaksikan film pendidikan, atau justru bereksperimen dengan perangkat canggih yang ada.

Psikologi menyebutkan bahwa rasa ingin tahu dapat menunda penurunan fungsi kognitif serta meningkatkan tingkat kebahagiaan dalam hidup.

Minat yang sedikit pun pada hal-hal baru dapat memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan mental.

2. Dapat Memelihara Hubungan Sosial yang Berarti

Banyak individu mengalami perasaan kesepian ketika mereka memasuki tahap kehidupan yang lebih tua.

Tetapi apabila Anda masih mempunyai jaringan sosial yang sehat—entah itu dari keluarga, sahabat, atau komunitas lainnya—itulah indikasi bahwa Anda bertumbuh dan berkembang dengan positif.

Psikolog mengatakan bahwa memiliki hubungan sosial yang baik dapat mengurangi kemungkinan terkena depresi, memperbaiki fungsi memori, serta mempertinggi ekspektasi umur seseorang.

3. Tetap Melaksanakan Kegiatan Olahraga dengan Rutin

Tidak harus lari maraton.

Meskipun hanya berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, berkebun, atau mengikuti senam untuk lanjut usia pun sudah cukup bermanfaat.

Apabila Anda tetap bugar secara fisik pada rentang umur 60-an sampai 70-an, ini menunjukkan bahwa kondisi jasmani Anda masih berfungsi optimal.

Berdasarkan studi, melakukan olahraga secara rutin dapat mempertahankan kesejahteraan jantung Anda, menghindari risiko osteoporosis, serta meraih perasaan yang lebih baik melalui sekresiendorphin.

4. Dapat Menghapus Rasa Benci lama dan Meliburkan Bobot Emosi yang Telah Lekang

Salah satu ekspresi kesempurnaan dari kecerdasan emosi adalah mampu berdamai dan menghapus rancangan.

Apabila Anda telah berhasil menghilangkan rasa benci karena hal-hal di masa lalu, tak lagi menimbun kekecewaan, dan mampu hidup tenang meski ingat akan segala pengalaman lampau, ini merupakan indikasi dari kedewasaan emosional.

Psikologi menunjukkan bahwa pemaafan dapat mengurangi tekanan, membantu kesehatan jantung, serta memberikan ketenangan batin yang dalam.

5. Tetap Menyadari Kepentingan Hidup Anda

Banyak individu pada tahap lanjut umur mengalami rasa hilang tujuan, khususnya sesudah masa pensiun.

Namun, apabila Anda tetap merasa bahwa hidup Anda memiliki arti—entah itu lewat kerja sukarela, menjaga cucu, atau partisipasi dalam aktivitas masyarakat—you age remarkably well. (Note: There seems to be an unintended inclusion of English at the end which was kept as per instruction not to alter foreign names or titles.)

Berdasarkan pendekatan psikologi eksistensial, merasa bahwa hidup mempunyai tujuan merupakan faktor penting dalam mencapai kepuasan hidup dan usia yang lanjut.

6. Dapat Menyesuaikan Diri dengan Perubahan

Umur bukanlah alasan untuk bersikap kaku menghadapi pergantian zaman.

Apabila Anda tetap dapat menghadapi fakta bahwa dunia terus berkembang, buah hati semakin bertambah usianya, serta pola hidup perlu diatur ulang, maka ini mencerminkan adanya ketahanan mental yang kuat pada diri Anda.

Psikolog mendefinisikan hal itu sebagai "ketahanan emosi", yaitu kapabilitas untuk pulih dan beradaptasi ketika mengalami kesulitan.

Inilah karakteristik utama dari proses menua dengan sukses.

7. Menjaga Sikap Humoris dan Mampu Ketawa atas Kesalahan Sendiri

Seseorang yang dapat tertawa atas kesalahan kecil, menerima keriput dengan tenang, serta tidak terlalu membebani diri dalam menjalani hidup, umumnya memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik.

Humor merupakan cara efektif untuk mengatasi stres.

Psikologi mencatat bahawa humor dapat membantu meredakan tekanan, mengeratkan ikatan antar manusia, serta mendukung kesejahteraan mental secara keseluruhan.

8. Tetap Dapat Mengucapkan Rasa Syukur

Apabila Anda tetap dapat berdiri di awal hari dan mengenali hal-hal sederhana yang memberikan rasa syukur seperti secangkir teh panas, angin sejuk, atau belaian tangan cucu, maka Anda tengah merasakan kehidupan yang kaya akan arti.

Perasaan bersyukur ternyata dapat ditingkatkan melalui penelitian sains untuk mengoptimalkan kebahagiaan emosi, memperkokoh pertahanan tubuh terhadap penyakit, serta membantu individu merasa lebih berpuas hati dalam menjalani hidupnya.

Kesimpulan: Menua Itu Merupakan Suatu Kesenian

Tidak setiap individu mengalami proses penuaan secara sehat, optimis, dan bahagia.

Namun, apabila Anda dapat melaksanakan delapan hal tersebut pada usia 60-an atau 70-an, maka Anda tengah mengalami proses penuaan yang istimewa.

Bukan dikarenakan Anda tak memiliki hambatan, melainkan sebab Anda sudah memperoleh ketahanan mental dan kearifan dalam menangani hal tersebut.

Psikologi kontemporer menganggap tahap kehidupan lanjut umur bukanlah suatu kemunduran, tetapi sebaliknya merupakan periode pertumbuhan yang dapat menjadi sangat berlimpah, bernilai, dan membahagiakan — apabila dikelola dengan pendekatan yang sesuai.

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done