Ken Waras: chronic conditions and diseases
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label chronic conditions and diseases. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chronic conditions and diseases. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2025

7 Alasan Di Balik Nyeri pada Langit-langit Mulut Anda

7 Alasan Di Balik Nyeri pada Langit-langit Mulut Anda

Beragam gangguan dapat muncul di area mulut. Sebagai contoh, langit-langit mulut Anda mungkin mengalami rasa nyeri atau pedas.

Terjadi kadang-kadang bahwa rasa sakit ini diiringi dengan adanya tonjolan atau titik-titik luka. Kondisi menyakitkan ini bisa mengurangi selera makan Anda serta membuat perut menjadi tak enak ketika sedang bicara.

Nyeri pada langit-langit mulut biasanya dipicu oleh peradangan. Kondisi ini bisa dikarenakan oleh masalah kesehatan secara keseluruhan atau rangsangan dari faktor eksternal yang menyebabkan iritasi pada selaput lendir dalam rongga mulut.

Lanjutkan membacanya untuk mempelajari berbagai sebab dari rasa nyeri di langit-langit mulut serta penanganan yang bisa mengurangi gejalanya.

1. Sariawan

Sariawan adalah luka terbuka yang berupa titik-titik, dengan warna putih muda, di dalam rongga mulut.

Sariawan umumnya timbul pada area dalam bibir atau pipi, namun dapat pula muncul di langit-langit mulut, gusi, ataupun lidah.

Gejala primer dari penyakit sariawan yaitu rasa nyeri. Lesi atau lukanya biasanya mempunyai diameter sekitar beberapa millimeter serta bagian pusatannya sedikit mengalami depresi dengan batas-batas yang lebih tinggi dan bermacam-macam warna kemerahan. Akan tetapi, ada kalanya sariawan dapat berkembang cukup besar hingga diameternya bisa menyentuh 3 centimeter.

Alasan timbulnya sariawan beragam, diantaranya adalah kebiasaan menggigit pipi ketika mengunyah serta menggores-gores bagian atap mulut. Meskipun begitu, sariawan tak selalu disebabkan oleh luka tersebut.

Kecemasan pun bisa jadi pemicunya.

Sariawan umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Akan tetapi, terdapat salep mulut serta cairan bilas yang bisa membantu meredakan nyeri tersebut.

2. Herpes mulut

Herpes mulut atau yang dikenal juga sebagai HSV-1 dipicu oleh virus herpes simplex. Penularannya terjadi ketika seseorang dalam keadaan luka aktif berinteraksi secara dekat seperti berciuman atau melaksanakan hubungan seksual Oral dengan individu lain.

Herpes mulut dapat mengakibatkan sejumlah keluhan yang tak menyenangkan, antara lain luka oral, demam, rasa sakit di kepala, perih pada tenggorokan, bengkaknya kelenjar getah bening, linu pada gusi, serta gusi yang memerah.

Berita baiknya adalah, herpes mulut umumnya bisa diatasi menggunakan metode perawatan di rumah.

3. Cold sore

Cold sore Herpes labialis atau herpes oral berupa luka kecil yang diakibatkan oleh virus herpes simplex (kebanyakan HSV-1). Kondisi ini cukup lazim terjadi.

Mereka yang pernah mengalami hal ini menjelaskan bahwa bisa merasakannya sebelum benar-benar melihatnya — sensasi seperti kebas atau terbakar yang timbul di area sekitar mulut. Namun, cold sore Juga bisa timbul di area lain seperti lidah, lubang hidung, serta langit-langit mulut.

Cold sore Cenderung timbul ketika sistem imun menurun, misalnya saat Anda sakit atau mengalami stres. Pada kebanyakan kasus, luka dingin ini akan sembuh dengan sendirinya, namun terdapat pula beberapa perawatan yang dapat membantu proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

4. Trauma atau cedera

Area di bagian dalam mulut sangat peka terhadap stimulasi. Kerusakan pada sel-sel tisu yang ada di atap rongga mulut bisa mengakibatkan pembengkakan serta lecet. Banyak macam kecelakaan atau kerugian yang mungkin menimbulkan tonjolan tersebut, antara lain:

  • Luka tusuk.
  • Kecelakaan yang terjadi di rongga mulut karena merokok.
  • Kecelakaan akibat perawatan gigi.
  • Iritasi akibat gigi palsu.

Kecelakaan dapat menyebabkan pembentukan bekas luka pada rongga mulut, yang mungkin berglomerasi dan timbul. Luka tersebut sering kali terasa sakit, namun umumnya akan pulih dengan sendirinya.

Melakukan kumur-kumur menggunakan air garam panas bisa mendukung proses pemulihan lebih cepat.

5. Papiloma skuamosa

Human papillomavirus (HPV) bisa mengakibatkan pertumbuhan papiloma skuamosa pada langit-langit mulut.

Papiloma skuamosa merupakan kutil dengan warna putih yang memiliki bentuk mirip kembang kol.

Bengkak ini bukanlah tumor ganas dan umumnya tak memberikan tanda-tanda apa-apa. Akan tetapi, pada sebagian kecil kasus, ketika dicubit atau digerogoti bisa memicu peradangan serta timbul sensasi nyeri.

6. Sindrom mulut terbakar

Sindrom mulut terbakar ditandai dengan perasaan nyeri atau sensasi hangat seperti terkena api di dalam mulut tanpa adanya faktor pemicu yang spesifik.

Wanita tujuh kali lebih berisiko mengalami sindrom tersebut dibandingkan pria. Sindrom ini umumnya timbul saat periode perubahan hormon, yaitu sebelum atau ketika memasuki menopausa.

Walaupun asal-usulnya masih tidak diketahui, namun hal ini kemungkinan berkaitan dengan ludah, kerusakan karena gigi tiruan, kebiasaan meneguk gigi, infeksi, dan bahkan kondisi autoimun.

Apabila rasa sakit tetap bertahan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat membantu menentukan akarnya dari masalah tersebut. Bila ternyata kondisinya adalah sindrom mulut terbakar, dokter kemungkinan besar akan memberikan beberapa jenis obat; meskipun demikian, perlu diingat bahwa penanganannya seringkali kurang efektif.

7. Kandidiasis

Kandidiasis oral merupakan jenis infeksi ragi yang bisa mengakibatkan timbulnya tonjolan berwarna merah atau putih dalam rongga mulut. Tonjolan itu mungkin terlihat pudar jika digosok, namun cenderung tumbuh kembali.

Di samping tonjolan di dalam rongga mulut, tanda-tandanya juga mencakup:

  • Tekstur lembut layaknya kapas di lidah.
  • Kehilangan rasa.
  • Sakit ketika menelan atau makan.
  • Retak di sudut mulut.

Terapi untuk kandidiasis mulut mencakup penggunaan obat antijamur secara topikal yang diaplikasikan pada area dalam rongga mulut selama kurang lebih 1-2 minggu.

Banyak faktor dapat menyebabkan nyeri pada langit-langit mulut. Umumnya, masalah ini tidak terlalu parah dan cenderung membaik tanpa perawatan spesifik. Akan tetapi, dalam beberapa situasi yang jarang terjadi, borok atau luka di mulut mungkin merupakan tanda dini dari kanker oral. Sangat penting bagi Anda berkonsultasi dengan profesional medis demi pemeriksaan yang tepat.

Referensi

Apa yang menyebabkan benjolan di langit-langit mulut? Medical News Today. Diakses April 2025.

Apa Atap Mulut Anda Sakit atau Lecet? Buoy Health. Diakses April 2025.

Apa Yang Menyebabkan Nyeri dan Kepepet di Atas Mulut Saya? GoodRx. Diakses April 2025.

Apa Itu Neuropati Perifer? Menyelami Masalah pada Saraf Tangan dan Kaki

Apa Itu Neuropati Perifer? Menyelami Masalah pada Saraf Tangan dan Kaki

Info Seputar AI - neuropati peripheri merupakan situasi dimana saraf yang berada diluar otak dan sumsum tulang belakang (dikenal sebagai saraf ekstrem) menderita kerusakan. Hal ini dapat menyebabkan individu merasakan kelemahan, hilang sensorik, sensasi kesemutan, atau sakit - umumnya dialami pada area tangan serta kaki.

Namun, gangguan tersebut juga dapat berdampak pada organ tubuh lain, misalnya sistem pencernaan dan pengosongan kandung kemih. Di bawah ini adalah beberapa informasi penting mengenai neuropati perifer, sebagaimana diambil dari Mayo Clinic, Jumat (11/4).

Apa Itu Saraf Tepi?

Saraf perifer memiliki dua fungsi utama:

- Mengantar perintah dari otak ke otot (saraf motorik)

- Membawa informasi dari tubuh menuju otak, contohnya sensasi nyeri atau perubahan temperatur (saraf sensorik).

Nah, kalau saraf-saraf ini rusak, tubuh akan mengalami banyak gangguan, tergantung saraf mana yang terkena.

Penyebab Umum Neuropati Perifer

Berikut beberapa faktor yang dapat mengakibatkan gangguan pada saraf perifer, diantaranya adalah:

- Diabetes (sebab yang paling sering terjadi)

- Cedera atau kecelakaan

- Infeksi (misalnya hepatitis, herpes zoster, HIV)

- Gangguan imunitas sendiri (lupus, artritis rheumatoid)

- Konsumsi alkohol berlebihan

- Paparan terhadap zat kimia atau logam berat

- Dampak negatif dari pengobatan, contohnya kemoterapi

- Kelangkaan vitamin B12 serta sejumlah vitamin yang lainnya

- Pada sejumlah kondisi, asal-usulnya tetap menjadi misteri (disebut sebagai idiopatik).

Gejala yang Harus Diwaspadai

Gejala neuropati dapat beragam, bergantung pada tipe serabut saraf yang mengalami kerusakan. Secara umum meliputi:

- Kehilangan sensasi atau mati rasa pada ekstremitas dapat terjadi di tangan dan kaki

- Rasanya seperti terkena panas, sakit tajam yang menusuk, atau perasaan seolah ditusuki dengan jarum

- Otot terasa lunak atau susah untuk dipindahkan

- Kesulitan menjaga keseimbangan

- Sakit terasa sampai ketika tersentuh dengan lembut

- Tidak dapat mengenali temperatur atau rasa sakit

- Masalah dengan tekanan darah, keluarnya keringat, sistem pencernaan, hingga kandung kemih dapat terjadi apabila saraf otonom mengalami kerusakan.

- Terkadang tanda-tandanya timbul secara perlahan dan semakin memburuk seiring berlalunya waktu.

Jenis Neuropati

Mononeuropati: Hanya terdapat satu saraf yang mengalamai kerusakan, seperti dalam kasus sindrom carpal tunnel.

Mononeuropati multipel: Dua saraf atau lebih pada wilayah yang tidak sama mengalami gangguan.

Polineuropati melibatkan banyak saraf dalam area yang berbeda rusak secara bersamaan. Kondisi ini merupakan yang paling umum terjadi.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Jika dibiarkan tanpa penanganan, neuropati dapat menyebabkan gangguan yang cukup berat, antara lain:

- Lukanya di kaki sebab tak disadari hingga pada akhirnya jadi terinfeksi

- Luka terbakar atau cedera yang tidak disadari

- Sering tersandung karena keseimbangan terpengaruh

- Mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari akibat kelemahan atau rasa sakit

Kapan Harus ke Dokter?

Secepatnya kunjungi dokter bila Anda mengalami mati rasa, sakit, atau kekuatan otot berkurang yang tak lazim, terutama jika tanda-tandanya bertambah buruk. Semakin dini diobati, semakin tinggi kemungkinan untuk mencegah dampak negatif yang lebih serius.

Cara Mencegah Neuropati

Berikut beberapa tindakan yang dapat diambil guna mencegah atau meminimalkan resiko terkena neuropati:

- Kelola kondisi kesehatan yang Anda miliki seperti diabetes atau masalah tiroid

- Tetapjagilah pola makand ansyahrulllahdan asupan vitamin yang cukup, khususnya B12

- Jauhi minuman keras serta rokok

- Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah serta mempertahankan keaktifan otot

- Jaga agar tubuh tidak mengalami cidera, terlebih lagi kaki bila telah ada masalah pada sistem saraf.

Minggu, 13 April 2025

7 Jenis Tumor Jinak yang Perlu Anda Ketahui Segera

7 Jenis Tumor Jinak yang Perlu Anda Ketahui Segera

Tumor merupakan sekumpulan jaringan abnormal yang timbul ketika sel membelah diri melebihi batas normal atau gagal mengalami apoptosis sesuai fungsinya. Sejumlah tumor bersifat malignan dengan komposisi sel kanker yang berpotensi menjalar ke area tubuh lainnya, sedangkan sisanya bersifat benign yakni terdiri atas sel-sel bukan kanker.

Membahas tumor jinak, tumor ini sebenarnya cukup sering muncul di tubuh, bahkan kamu mungkin memilikinya tanpa disadari. Akan tetapi, meskipun bermula sebagai tumor jinak, tetapi ini juga bisa berkembang menjadi kanker meskipun kemungkinannya sangat kecil.

Berikut adalah berbagai macam tumor non-malignan yang perlu Anda kenali.

1. Adenoma

Adenoma muncul pada jaringan epitel kelenjar, yaitu lapisan halus yang melindungi kelenjar, organ, serta bagian lain dari tubuh. Variasi terbanyak dari adenoma ini biasanya hadir sebagai polip di usus besar.

Di samping itu, adenoma dapat berkembang di dalam hati, kelenjar adrenal, hipofisis, atau tiroid.

Meskipun tidak umum dan berawal dari tumor jinak, tetapi adenoma juga bisa berkembang menjadi ganas meskipun rasionya kurang dari 1:10.

Apabila dibutuhkan, adenoma dapat dihapus lewat operasi.

2. Meningioma

Tumor meningioma tumbuh dari selaput di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini bisa tumbuh secara perlahan maupun cepat, dan 9 dari 10 jenis tumor ini bersifat jinak.

Pengobatan untuk meningioma bergantung pada posisi dan tanda-tandanya. Dokter biasanya melakukan pemantauan singkat sebelum memutuskan langkah pengobatan berikutnya seperti bedah atau alternatif lain. Apabila dibutuhkan intervensi bedah, tingkat kesuksesannya bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk umur pasien, tempat tumor tersebut berkembang, serta jika benar-benar merekat dengan struktur tertentu. Sebagai opsi lain, terapi radiasi pun tersedia bagi kasus-kasus dimana sel kanker tak mungkin sepenuhnya diekstraksi melalui prosedur operasi.

3. Nevi

Nevi Biasanya dikenal sebagai tahi lalat. Pertumbuhan ini di atas kulit bisa berwarna antara pink muda hingga coklat atau bahkan hitam. Seorang individu dapat mengembangkan tahi lalat baru secara berturut-turut hingga kira-kira umur 40 tahun.

Walau tahi lalat merupakan bentuk tumor jinak yang umumnya tak perlu diobati, namun Anda harus hati-hati dengan tahi lalat yang tampak berbeda dari kebanyakan, sebab hal tersebut cenderung memiliki potensi lebih besar untuk bermutasi menjadi kanker kulit.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengecek keadaan kulit Anda bila melihat adanya tanda-tanda tahi lalat yang mencurigkan, bertambah besar atau berubah bentuk, serta berubah warna. Kadang-kadang, penghapusan tahi lalat semacam ini diperlukan supaya tidak berkembangan menjadi kanker.

4. Fibroid

Fibroid atau fibroma adalah benjolan non-kanker yang terbentuk dalam jaringanfibrosa atau ikatan pada bagian tubuh manapun. Fibroid biasanya muncul di rahiym dan bisa memicu berbagai kondisi seperti:

  • Perdarahan vagina.
  • Nyeri panggul.
  • Inkontinensia urine.

Di samping itu, terdapat berbagai tipe mioma lainnya, antara lain:

  • Angiofibroma bisa timbul sebagai tonjolan berwarna merah muda pada area wajah.
  • Dermatofibroma timbul pada kulit, umumnya berada di area bawah kaki.

Walau fibroid termasuk tumor jinak, namun kadang-kadang mereka bisa menyebabkan gejala dan mungkin perlu dioperasi. Pada keadaan langka, fibroid bisa berubah menjadi fibrosarkoma yang adalah sejenis kanker.

5. Papiloma

Papiloma merupakan tumor yang tumbuh dari jaringan epitel dan menonjol. Tumor ini bisa terjadi akibat kontak langsung dengan infeksi seperti human papillomavirus (HPV).

Beberapa tipe papiloma dapat menghilangkan diri secara alami. Akan tetapi, ada juga kondisi di mana seseorang harus menjalani operasi guna membuang pertumbuhan tumor yang berpotensi menjadi kanker.

6. Lipoma

Lipoma adalah tumor yang tumbuh di jaringan lunak dan terdiri dari sel-sel lemak. Lipoma paling sering tumbuh pada individu berusia 40–60 tahun, tetapi secara umum dapat dialami usia berapa pun.

Sebagian besar lipoma berukuran kecil, terasa empuk, halus ketika ditekannya, bisa dipindahkan, serta tak memberikan rasa sakit. Mereka biasanya timbul pada area seperti punggung, bahu, lengan, pantat, dan bagian atas kaki. Berita baiknya, sesuai dengan informasi sebelumnya, menurut Academy of Orthopaedic Surgeons , lipoma secara tidak mungkin bisa berkembang menjadi kanker.

7. Hemangioma

Hemangioma merupakan perkembangan sel-sel vena yang tidak normal pada permukaan kulit atau bagian dalam organ. Jenis ini termasuk ke dalam kategori tahi lalat bawaan yang lumrah terjadi dan cenderung berkembang di area kepala, leher, ataupun tubuh.

Umumnya, hemangioma memiliki warna merah atau kebiru-biruan dan dapat menghilangkan diri secara alami. Akan tetapi, kadang-kadang hemangioma bisa menyulitkan penglihatan, pendengaran, atau proses makan, oleh karena itu diperlukan penanganan melalui pemberian kortikosteroid atau jenis obat lainnya.

Berikut adalah sejumlah contoh dari tumor jinak yang mungkin timbul di dalam tubuh. Mayoritas tumor jinak umumnya tidak membawa dampak kesehatan yang serius. Meski begitu, tak ada salahnya apabila Anda menjalani pemeriksaan medis atas segala perubahan yang dialami oleh tubuh Anda. Kadang-kadang, tenaga medis akan merekomendasikan penghapusan tumor bila ditemukan adanya indikasi keraguan atau kekhawatiran tentang sifat benjolan tersebut.

Referensi

Lipoma dan Penyakit Lemak Atipikal. Akademi Amerika untuk Ilmu Kedokteran Ortopedi . Diakses Mei 2024.

"What are the different types of tumor?" Medical News Today . Diakses Mei 2024.

"Benign Tumors." WebMD . Diakses Mei 2024.

Sabtu, 12 April 2025

7 Masalah pada Kulit yang Berhubungan dengan Penyakit Radang Usus: Dari Jerawat hingga Gangguan Lainnya

7 Masalah pada Kulit yang Berhubungan dengan Penyakit Radang Usus: Dari Jerawat hingga Gangguan Lainnya

Penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease IBD merupakan ungkapan umum untuk mendeskripsikan kondisi di mana terjadi inflamasi usus secara persisten. Asal-usul tepat dari IBD masih menjadi misteri. Meskipun pola konsumsi makanan serta tekanan telah ditemukan bisa meningkatkan gejalanya, keduanya tidak disebut sebagai faktor pemicu langsung.

IBD bisa memicu sejumlah komplikasi, termasuk gangguan pada kulit. Berikut ini beberapa permasalahan kulit yang dikarenakan oleh inflamasi usus:

1. Eritema nodosum

Eritema nodosum merupakan suatu kondisi kulit yang sering dialami oleh individu dengan penyakit IBD. Gejalanya berupa timbulnya bintik-bintik merah mengeras yang umumnya muncul pada bagian kaki atau lengan dan kadang tampak seolah-olah sebagai bekas memar pada kulit.

Studi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa eritema nodosum berdampak pada kisaran 3 sampai 10 persen dari individu dengan kolitis ulseratif, yaitu tipe penyakit radang usus (IBD) yang menginfeksi seluruh bagian besar dari organ pencernaan tersebut. Kasus ini cenderung lebih sering dijumpai pada wanita dibandingkan pria. Usai kondisi kolitis ulseratif berhasil dikontrol, gejala eritema nodosum biasanya akan mereda.

2. Vitiligo

Vitiligo cenderung lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki kolitis ulserativa. penyakit Crohn Sebagai gantinya dari total populasi. Orang-orang dengan vitiligo mengalami kerusakan pada sel-sel yang bertugas dalam produksi pigmen kulit, sehingga timbul bercak-bercak putih di atas kulit mereka.

Vitiligo pun adalah suatu kondisi autoimun. Sekitar 20% dari mereka yang mengidap vitiligo ditemukan memiliki masalah kekebalan tubuh lainnya, misalnya kolitis ulseratif.

Pengobatan untuk vitiligo bisa melibatkan penggunaan kortikosteroid secara topical atau obat kombinasi dalam bentuk tablet, serta terapi ringan lainnya disebut perawatan. psoralen and ultraviolet A (PUVA).

3. Sweet syndrome

Ini merupakan kondisi kulit jarang yang berhubungan dengan penyakit inflamasi usus atau IBD. Kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria, serta mayoritas kasus ditemukan dalam rentang usia 30 hingga 50 tahun.

Sweet syndrome Biasanya disertai dengan demam tiba-tiba dan berbagai bercak merah hingga biru. Bercak-bercak tersebut umumnya muncul pada lengan, kaki, dada, wajah, atau leher.

Sweet syndrome Bisa jadi akan diiringi oleh rasa sakit pada persendian, lelah berkepanjangan, pusing kepala, pegal-pegalan, gangguan penglihatan, atau sensasi tidak enak badan secara keseluruhan.

4. Jerawat

IBD juga terkait dengan jerawat kistik Pada sebagian orang. Jenis jerawat ini muncul di bawah permukaan kulit dan biasanya menimbulkan rasa sakit. Jerawat kistik bisa ditangani menggunakan obat luar yang diresepkan, seperti retinol atau benzoyl peroxide.

Jerawat ini mungkin disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan yang dipakai untuk menangani IBD. Salah satu contohnya adalah steroid, yang bisa memicu timbulnya jerawat berat serta pembengkakan pada wajah. Dampak negatif lain dari penggunaan obat tersebut meliputi stretch mark, Kulit menipis, pembengkakan pada pergelangan kaki, serta proses penyembuhan luka yang terlambat.

5. Vaskulitis leukositoklastik

Leukocytoclasic vasculitis juga disebut sebagai vasokulitis hiperreaksi. Keadaan ini ditandai dengan inflamasi yang merusak pembuluh darah halus sehingga pecah, memicu pengumpulan darah di bawah lapisan kulit. Hal tersebut selanjutnya menciptakan timbulnya titik-titik bernoda warna ungu yang dikenali sebagai purpura.

Titik-titik tersebut dapat memiliki ukuran kecil hingga besar dan cenderung terlihat pada pergelangan kaki atau bagian bawah kaki. Secara umum, vaskulitis leukositoklastik akan menghilang setelah gangguan IBD dasarnya telah ditangani.

6. Skin tag

Skin tag Merupakan suatu keadaan yang lumayan sering dihadapi oleh mereka yang menderita penyakit Crohn. Skin tag sering muncul di area sekeliling anus. Feses bisa melekat disana. skin tag Yang selanjutnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, menerapkan prinsip kebersihan dengan baik amatlah penting guna membantu mengurangi rasa tidak nyaman serta meredakan iritasi tersebut.

Disebutkan sebaiknya menghindari prosedur pembedahan pengangkatan tersebut. skin tag Karena adanya potensi untuk mengalami kerusakan atau pembentukan jaringan parut pada sfingter anus atau saluran anal itu sendiri. Ketika skin tag membesar dan menggumpal, hal ini dapat menandakan bahwa penyakit Crohn sedang dalam keadaan aktif.

7. Psoriasis

Psoriasis Ditandai dengan kulit berwarna merah, kering, bersisik, gatal, dan sakit. Penyebab pastinya masih belum diketahui tentang bagaimana IBD bisa mengakibatkan psoriasis; namun, mereka yang memiliki penyakit Crohn memiliki peluang delapan kali lipat untuk mengalami kondisi ini dibandingkan orang umumnya.

Mungkin saja, campuran antara genetik dan sistem imun yang membuat seseorang berisiko mengalami kedua penyakit tersebut. Psoriasis bisa dirawat menggunakan salep, obat oral, ataupun terapi sinar.

Itulah beberapa kondisi kulit yang berhubungan dengan penyakit peradangan pada usus atau disebut juga sebagai IBD. Untuk menyelesaikan hal tersebut, langkah optimal ialah dengan memanajemen penyakit seefektif mungkin karena hampir semua gangguan kulit ini timbul bersamaan dengan penguatan gejala IBD. Bicarakanlah dengan dokter tentang taktik-taktik apa sajakah yang dibutuhkan dalam pengendalian penyakit tersebut.

Referensi

Huang, Brian L., Stephanie Chandra, serta David Quan Shih. "Tanda-tanda Kulit dari Penyakit Usus Beringkesaan." Frontiers in Physiology 3 (1 Januari 2012).

"Vitiligo." MedlinePlus. Diakses pada Juni 2024.

WebMD. Dibuka pada Juni 2024. Masalah Kulit Terkait dengan Penyakit Inflamasi Usus .

"10 Ruam Kulit Terkait dengan Ulseratif Kolitis." Healthline. Dibaca pada Juni 2024.

Cara Penyakit Crohn Memengaruhi Kulit Anda. Everyday Health. Diakses Juni 2024.

Jumat, 11 April 2025

7 Kutukan Kulit yang Sering Disalahartikan Sebagai Eksim - Waspadai dan Kenali dengan Baik!

7 Kutukan Kulit yang Sering Disalahartikan Sebagai Eksim - Waspadai dan Kenali dengan Baik!

Eksim adalah serangkaian situasi yang membuat kulit menjadi iritasi, bengkak, dan sangat gatal. Resikonya lebih tinggi pada anak-anak, namun orang dewasa pun dapat mengalami hal ini.

Eksim dapat menunjukkan gejala yang bervariasi tergantung pada individunya. Akan tetapi, beberapa tanda dan gejala yang sering muncul antara lain adalah:

  • Gatal.
  • Kulit kering dan sensitif.
  • Kasar atau bersisik.
  • Bercak merah, abu-abu, ungu.
  • Kulit melepaskan cairan atau bersisik akibat penggarukan.
  • Bengkak.

Akan tetapi, ada berbagai macam penyakit kulit biasa yang mirip dengan eksim namun tidak sama. Di bawah ini adalah beberapa situasi yang kelihatannya eksim tapi sesungguhnya bukan.

1. Psoriasis

Psoriasis merupakan suatu kondisi autoimmun yang mengarah pada timbulnya ruam berbentuk sisik serta area kulit yang teriritasi dan gatal, serupa dengan eksim. Sama seperti eksim, baik psoriasis maupun penyakit tersebut bisa muncul di seluruh permukaan tubuh; namun, psoriasis cenderung tumbuh di tempat-tempat tertentu yakni:

  • Kulit kepala.
  • Siku.
  • Lutut.
  • Pantat.
  • Wajah.

Umumnya, gejalanya bisa dikurangi melalui pengobatan menggunakan cahaya ultraviolet B (UVB).

2. Ringworm

Ringworm Merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh jamur. Ringworm Menimbulkan noda berbentuk lingkaran yang berkembang pelan ke arah luar sambil menimbulkan rasa gatal.

Pada kulit terang, bercak ringworm terlihat berwarna pink atau merah, sedangkan pada kulit yang lebih gelap, bercak tersebut mungkin terlihat coklat atau abu-abu. Ketika ditangani, bagian pusatnya menjadi seperti ini: ringworm cenderung hilang terlebih dahulu.

3. Alergi matahari

Istilah medis untuk alergi terhadap sinar matahari disebut photodermatitis. polymorphous light eruption (PMLE). Dalam kasus PMLE, paparan terhadap cahaya matahari dapat menyebabkan timbulnya ruam yang berakibat pada rasa gatal, biasanya muncul di area seperti wajah, belakang pergelangan tangan, bagian dalam siku, atau leher.

Gejalanya umumnya muncul dalam waktu beberapa jam setelah terpapar sinar ultraviolet (UV) dan bisa bertahan antara dua sampai tiga hari. Akan tetapi, jika mengalami paparan sinar UV secara kontinu atau sering kembali lagi, maka ruam tersebut dapat mempertahankan lamanya lebih lama.

PMLE umumnya dideteksi melalui catatan medis dan tanda-tanda yang muncul, namun kadang-kadang diperlukan prosedur biopsi.

Pengobatan berfokus pada membersihkan area yang terkena ruam akibat PMLE menggunakan salep kortikosteroid, obat anti alergi seperti antihistamin, serta kortikosteroid secara mulut. Selain itu, pasien dianjurkan untuk menjauhi paparan langsung cahaya matahari agar dapat mencegah kembalinya gejala tersebut di kemudian hari.

4. Skabies

Scabies Atau scabies bisa terjadi karena adanya tungau yang menginfiltrasi lapisan paling luarnya dari kulit manusia dan kemudian bertelur di sana. Penyakit ini dapat memicu rasa gatal hebat dan timbulnya ruam mirip dengan jerawat, serta bersifat sangat menular. Sama halnya dengan eksema, penyakit scabies pun kerap kali ditemani oleh area-area berwarna putih atau abu-abu yang bersisik pada permukaannya.

Perbedaan antara skabies dan ekzema terletak pada rasa gatal akibat skabies yang semakin parah di waktu malam. Anda mungkin juga mengobservasi adanya tanda-tanda garis halus namun jelas yang membentuk sudut condong serta memiliki warna kelabu-muda hingga merah muda di area kulit di mana tungau masuk.

5. Lupus

Lupus ialah suatu penyakit autoimun yang dapat menjangkiti berbagai organ dalam badan, seperti kulit. Salah satu ciri khas dari lupus yaitu timbulnya bercak bentuk kupu-kupu pada area pipi serta hidung. Beberapa tanda-tanda tambahan dari lupus antara lain:

  • Nyeri sendi.
  • Kelelahan.
  • Kulit kering yang cenderung memburuk ketika terpapar oleh sinar matahari.
  • Mata kering.

Perbedaan antara lupus dan eksim terletak pada ruam lupus yang biasanya timbul di area wajah dengan bentuk menyerupai kupu-kupu serta cenderung menjadi lebih parah ketika terpapar sinar ultraviolet. Selain itu, rasa sakit pada persendian dan kelelahan juga merupakan tanda-tanda umum pada penderitaa lupus namun jarang ditemukan pada kasus eksim.

6. Biduran

Biduran terdiri dari tonjolan-tonjolan yang memiliki warna kemerahan dengan ukuran bervariasi, bisa besar maupun kecil. Tonjolan tersebut dapat timbul satu per satu atau berkumpul membentuk area yang luas. Biasanya, tonjolan pada kondisi ini sering kali menimbulkan rasa gatal dan karena hal itu kadang-kadang orang mengira bahwa gejalanya mirip dengan penyakit ekzema.

Perbedaan antara biduran dan eksim terletak pada bentuk ruam yang ada di biduran, yaitu berupa benjolan yang biasanya menghilang dalam kurun waktu 24 jam. Akan tetapi, segera setelah itu, timbullah benjolan baru yang bisa muncul secara berturut-turut hingga beberapa minggu atau bahkan lebih panjang. Selain itu, orang dengan kondisi ini juga rentan mengalami pembengkakan di area seperti bibir, kelopak mata, serta tenggorokan.

7. Rosasea

Rosacea Atau rosacea adalah suatu kondisi pada kulit yang membuat pembuluh darah kecil di wajah menjadi bengkak, sehingga menimbulkan kemerahan. Keadaan ini juga bisa mendorong timbulnya tonjolan-tonjolan kecil berisi nanah, dan hal tersebut kadang-kadang salah dipersepsikan sebagai ekzema.

Perbedaan antara rosacea dan ekzema terletak pada fakta bahwa rosacea cenderung hanya mempengaruhi area kulit wajah, yaitu pipi, hidung, kelopak mata, dahinya, serta bagian sekitar mulut. Tambahan pula, dalam kasus rosacea, pembuluh darah akan tampak lebih mencolok.

Eksim merupakan suatu keadaan pada kulit yang lumrah namun bisa saja disamakan dengan berbagai gangguan kulit lain. Apabila Anda menemukan adanya area merah bernoda serta gatal di permukaan kulit, segera konsultasikan kepada dokter keluarga ataupun spesialis kulit agar diberi penanganan dan pengobatan sesuai.

Referensi

6 Gangguan Kulit yang Sering Salah Di diagnosa Sebagai Ekzema. National Eczema Association. Diakses April 2025.

9 Kondisi Kulit yang Mirip Ekzema namun Berbeda. Verywell Health. Diakses April 2025.

Kondisi Kulit yang Mirip dengan Ekzema. WebMD. Diakses April 2025.

Asal SEO

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done