Solusi PAFI yang Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil dengan Sulit Tidur - Ken Waras
News Update
Loading...

Senin, 14 April 2025

Solusi PAFI yang Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil dengan Sulit Tidur

Bicara soal masalah kesehatan pada wanita hamil, satu kondisi umum yang mereka alami yaitu kesulitan tidur di waktu malam. Kesulitan ini kerap ditemui pada wanita hamil dalam tahapan akhir kehamilan atau biasa disebut trimester ketiga. Akan tetapi, kasusnya pun bisa terjadi pada periode awal kehamilan. Gangguan tersebut dinamakan insomnia dan berakibat tidak bisa tertidur lelap sepanjang malam dikarenai oleh pergantian hormonal tubuh. Angka prevalensinya mencapai antara 52 sampai 61% bagi wanita hamil di negara kita.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) yang memiliki situs web tersebut adalah sebagai berikut: https://pafikabupatenkerinci.org Adalah salah satu badan kesehatan utama di Indonesia yang sungguh-sungguh mengutamakan kesejahteraan publik. PAFI bertujuan memperbaiki pemahaman dan kecakapan para anggotanya lewat serangkaian program pengajaran, pembinaan, dan lokakarya. Tujuannya adalah agar praktisi farmasi tetap update tentang kemajuan terkini di industri farmasi.

PAFI Health Organization secara aktif berpartisipasi dalam menyampaikan pendidikan kepada publik tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesulitan tidur di malam hari pada ibu hamil, bersama dengan saran-saran pengobatan yang sesuai untuk mereka yang mengalaminya.

Apa yang menyebabkan insomnia pada masa kehamilan?

Umumnya, pada tahap awal kehamilan, variasi hormonal bisa memengaruhi status fisik seseorang. Banyak wanita mungkin merasakan ketidaknyamanan dan akibatnya kesulitan untuk tertidur. Ini tentunya memiliki dampak negatif jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan. Beberapa alasan potensial dari masalah sulit tidur selama masa hamil antara lain mencakup:

1. Perubahan hormonal

Seiring dengan kehamilan, tubuh akan melewati pergantian hormonal besar-besaran. Kenaikan tingkat progesteron bisa memicu rasa lelah sepanjang hari serta masalah dalam tidur saat malam. Meskipun progesteron berdampak menenangkan, terkadang hal ini justru dapat menciptakan gangguan tidur atau insomnia bagi beberapa ibu hamil.

2. Adanya perubahan fisik

Payudara yang semakin besar dan sakit bisa membuat tidur menjadi kurang nyaman. Di samping itu, bertambahnya ukuran perut juga bisa menimbulkan rasa tak enak saat berbaring, terlebih lagi kalau posisi tidurnya ngga pas. Tidak hanya itu, rasa sakit di bagian punggung serta pinggul sering kali dialami akibat modifikasi bentuk badan dan tambahnya bobot pada tulang belakang.

3. Mual dan muntah

Perut mual dan vomitasi yang sering timbul di triwulan awal masa hamil bisa menggangu waktu istirahat Anda. Walaupun tanda-tandanya cenderung mereda saat memasuki triwulan kedua, ada juga perempuan yang tetap merasakannya hingga akhir masa buntingan mereka.

4. Kecenderungan untuk sering buang air kecil yang bertambah

Alasan berikutnya mengapa bumiperlukan waktu tidur di malam hari menjadi lebih susah adalah karena peningkatan frekuensikencing. Tekanan dari janinin rahim dapat membuatibu hamilsering bangunkarena harus pergi ke toilet. Ini umumnya terjadi di semester tigaketika ukuranjanin sudahsemakinbesar sehingga memberi tekanan tambahan padakerongking kemih.

5. Kondisi medis lainnya

Faktor terakhir yang membuat seorang bumil susah tidur di malam hari adalah gangguan kesehatan berupa sindrom refluks gastroesofageal (GERD) atau asam lambung naik. Keadaan ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan di area dada dan perut akibat asam lambung merembet ke esophagus. Fenomena tersebut umumnya dialami oleh wanita hamil dikarenakan tekanan bayi dalam rahim yang mendorong refleks asam. Oleh karena itu, penting bagi para calon ibu untuk tetap memantau pola konsumsi gizi serta waktu istirahat guna mengendalikan tanda-tandanya dari GERD.

Apakah ada obat tertentu yang cocok digunakan untuk mengatasi insomnia pada masa kehamilan?

PAFI sudah meneruskan risetnya tentang akar masalah susah tidur di malam hari bagi ibu hamil. Beberapa tipe obat berikut seringkali dipakai untuk memperkecil keluhan tidak bisa tertidur nyenyak pada masa kehamilan dan juga mendukung pengendalian situasi ini mencakup:

1. Doxylamine

Doxylamine Merupakan obat yang umumnya dipilih menjadi opsi utama dalam menangani insomnia pada wanita hamil. Di luar membantu proses tidur, doxylamine Dapat pula membantu meredakan rasa mual dan muntahan yang sering kali dialami saat hamil. Tetapi,pastikan Anda mematuhi anjuran takaran dari siapotek.

2. Diphenhydramine

Obat antihistamin Ini juga bisa membantu menangani insomnia. Walaupun pada dasarnya dianggap aman, pemakaiannya perlu dianjurkan oleh seorang apoteker agar memastikan tak ada dampak negatif berbahaya bagi bayi dalam kandungan.

3. Lorazepam atau clonazepam

Obat-obatan golongan benzodiazepin Ini bisa dipakai untuk mengobati insomnia berat, namun perlu diawasi secara cermat sebab ada dampak mungkin terhadap bayi dalam kandungan. Benzodiazepin Biasanya tidak di sarankan untuk periode lama dan hanya boleh dipakai saat terjadi keadaan darurat.

Di luar penggunaan obat-obatan, terdapat metode alternatif lain bagi ibu hamil yang menderita insomnia yakni minum susu panas menjelang waktu tidur. Susu hangat tersebut bisa menambah kenyamanan dalam tidur berkat adanya zat tryptophan di dalamnya, zat ini merangsang pelepasan serotonin, yaitu suatu hormon penunjang proses tidur. Selalu penting untuk melakukan koordinasi dan pertimbangan bersama apoteker demi mencapai takaran konsumsi obat yang pas diperlukan tubuh Anda.

Peroleh data medis dan jasa apotek tanpa biaya dengan berkunjung ke pafikabupatenkerinci.org melalui smartphone Anda.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done